Sabtu, 07 Februari 2009

PAUD

kata yang kami sebagai judul tadi, bagi sebagian orang sudah tidak asing lagi karena memang sedang digalakkan. namun bagi segelintir golongan, kata tersebut tidak pernah mereka dengar

disini akan kami jelaskan sedikit dari judul tadi yaitu pendidikan anak usia dini. usia dini disini adalah sejak anak terlahir ke dunia menghirup O2. Sejak saat itu pendidikan wajib diterapkan guna mempersiapkan anak mencapai pendewasaan yang sempurna

tulisan ini merupakan lanjutan dari posting kami tentang prenatal educat yang merupakan masih bagian dari LLE. dari sumber yang pernah kami baca ( www.jugaguru.com) yang mengupas pemikiran salah satu tokoh PAUD yaitu Mantessori. Dia menyebutkan beberapa tahap yang perlu diperhatikan dalam membimbing anak sejak terlahir ke dunia

1. Sejak lahir sampai usia 3 tahun, anak memiliki kepekaan sensoris dan daya pikir yang sudah mulai dapat “menyerap” pengalaman-pengalaman melalui sensorinya.
2. Usia setengah tahun sampai kira-kira tiga tahun, mulai memiliki kepekaan bahasa dan sangat tepat untuk mengembangkan bahasanya (berbicara, bercakap-cakap).
3. Masa usia 2 – 4 tahun, gerakan-gerakan otot mulai dapat dikoordinasikan dengan baik, untuk berjalan maupun untuk banyak bergerak yang semi rutin dan yang rutin, berminat pada benda-benda kecil, dan mulai menyadari adanya urutan waktu (pagi, siang, sore, malam).
4. Rentang usia tiga sampai enam tahun, terjadilah kepekaan untuk peneguhan sensoris, semakin memiliki kepekaan indrawi, khususnya pada usia sekitar 4 tahun memiliki kepekaan menulis dan pada usia 4 – 6 tahun memiliki kepekaan yang bagus untuk membaca.

tahapan itulah yang sekiranya bisa dikembangkan oleh para ibu atau para kaum yang peduli dengan adanya PAUD guna membawa anak bangsa sesuai dengan fitrah mereka. Mereka yang memerlukan bimbingan dan dorongan. 

dengan memahami tahpan perkembangan anak diharapkan khususnya para ibu bisa bersikap arif dalam menyikapi segala yang muncul dari anak-anak mereka. Mereka bukan orang dewasa dalam bentuk yang mini, tapi segenap jiwa dan psikologi mereka sangat berbeda dengan orang dewasa. Untuk itulah, perlakukan mereka dengan prinsip asuh, asah dan asih agar mereka bisa mengembangkan segenap kemampuan mereka sesuai dengan tahapan perkembangannya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar